
Strategi Branding Untuk Tingkatkan Awareness 100% yang Marketer Wajib Tau!
31 min to read
Branding merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan oleh seorang marketer guna meningkatkan awareness dari suatu brand. akan tetapi banyak strategi branding yang dilakukan seorang marketer tidak dapat memberikan hasil yang memuaskan dari segi awareness.
Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan membahas mengenai Strategi Branding Untuk Tingkatkan Awareness hinga 100%. yang diharapkan dapat membantu kamu sebagai seorang marketer dalam menentukan strategi yang tepat dalam melakukan branding sehingga dapat menaikan awareness dari brand kamu. Penasaran? berikut penjelasannya:
Apa itu Branding

Branding adalah proses pengembangan dan manajemen citra merek (brand) suatu produk, jasa, atau organisasi. Branding bertujuan untuk membedakan suatu produk, jasa, atau organisasi dari pesaingnya, sehingga dapat membantu konsumen mengenali dan memilih merek tersebut secara konsisten.
Branding melibatkan berbagai elemen, seperti logo, nama, warna, slogan, gaya visual, dan tone of voice. Elemen-elemen ini harus dipilih dan dirancang secara hati-hati agar mencerminkan identitas merek yang unik dan menarik bagi target pasar yang dituju.
Selain itu, branding juga melibatkan strategi pemasaran dan komunikasi yang tepat untuk mempromosikan merek tersebut. Ini termasuk iklan, promosi penjualan, publisitas, dan kegiatan pemasaran lainnya yang dirancang untuk membangun kesadaran merek dan memperkuat citra merek di benak konsumen.
Branding yang sukses dapat memberikan banyak manfaat bagi suatu produk, jasa, atau organisasi. Ini dapat membantu meningkatkan kesadaran merek, menciptakan loyalitas pelanggan, membedakan merek dari pesaing, meningkatkan harga jual, dan memberikan nilai tambah bagi pemilik merek.
Tujuan Strategi Branding

Pada umumnya, orang ketika mendengar kata branding pasti akan langsung terpikirkan mengenai suatu strategi marketing yang bertujuan untuk mengenalkan brand. Namun sebenarnya, tujuan dari penerapan strategi branding dalam suatu bisnis ada banyak. Beberapa tujuan dari strategi branding adalah sebagai berikut:
1. Menciptakan Loyalitas Pelanggan
Manfaat pertama dari tujuan strategi branding adalah menciptakan loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan adalah kepercayaan dan kesetiaan yang diberikan oleh konsumen kepada suatu merek dan produknya. Konsumen yang loyal cenderung memilih merek yang sama dan terus membeli produk atau jasa dari merek tersebut secara konsisten, bahkan dalam situasi di mana merek tersebut mungkin tidak menjadi pilihan yang paling ekonomis atau praktis.
Untuk merek, loyalitas pelanggan yang tinggi dapat memberikan banyak manfaat, seperti mengurangi biaya pemasaran, meningkatkan pendapatan, membangun citra merek yang positif, meningkatkan reputasi merek, dan mempertahankan hubungan yang kuat antara merek dan konsumen.
Sebagai contoh, merek Apple berhasil menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat dengan produk-produk yang inovatif dan berdesain menarik, serta pengalaman pengguna yang memuaskan. Konsumen yang sudah menggunakan produk Apple biasanya terus membeli produk dari merek tersebut, bahkan meskipun harga produk tersebut lebih tinggi daripada merek pesaing yang serupa. Hal ini membantu merek Apple mempertahankan pangsa pasar dan meraih keuntungan yang besar.
2. Meningkatkan Persepsi Nilai Merek
Meningkatkan persepsi nilai merek merupakan salah satu tujuan strategi branding yang sangat penting. Hal ini karena persepsi nilai merek yang tinggi dapat membantu merek untuk menjadi lebih terkenal dan dihargai oleh konsumen. Konsumen cenderung membeli merek yang dianggap memiliki nilai lebih tinggi daripada merek yang dianggap memiliki nilai yang rendah.
Salah satu cara untuk Untuk meningkatkan persepsi nilai merek yang baik adalah dengan memilih logo, warna, dan desain visual yang sesuai dengan merek, serta menggunakan bahasa dan tone of voice yang cocok dengan merek. Selain itu, menjaga kualitas produk atau jasa, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menjaga keandalan juga dapat membantu meningkatkan persepsi nilai merek.
Dengan meningkatkan persepsi nilai merek, suatu brand atau merek tertentu akan menjadi lebih dikenal dan dihargai oleh konsumen. Hal ini akan membantu merek tersebut untuk menjual produk mereka dengan harga yang lebih tinggi daripada merek pesaing, dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, meningkatkan persepsi nilai merek sangat penting bagi keberhasilan merek di pasar dan harus menjadi fokus utama dalam strategi branding.
3. Membedakan Pembeda Dari Pesaing
Tujuan dari strategi branding yang penting adalah untuk membedakan merek dari pesaingnya di pasar. Pesaing yang beroperasi dalam pasar yang sama dapat menawarkan produk atau jasa yang serupa dengan merek kita, sehingga membedakan merek dari pesaing menjadi kunci dalam mencapai kesuksesan dalam bisnis.
Dalam upaya untuk membedakan merek dari pesaingnya, strategi branding harus dirancang untuk menciptakan identitas merek yang unik dan berbeda dari pesaing. Identitas merek ini harus dapat dipertahankan dengan konsistensi dalam segala aspek merek, termasuk logo, nama, warna, dan bahasa merek. Selain itu, strategi branding juga harus mengeksplorasi elemen diferensiasi yang lebih dalam lagi, seperti nilai merek, fitur produk yang unik, pengalaman pelanggan yang berbeda, dan konsep merek yang berbeda.
Dalam proses branding, perusahaan harus dapat memahami persaingan yang ada di pasar dan mencari cara untuk membedakan merek dari pesaing dalam cara yang bermanfaat bagi konsumen. Merek yang berhasil membedakan diri dari pesaing dapat menarik konsumen dan membuat merek terlihat lebih menarik dibandingkan pesaing, memungkinkan merek untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Membedakan diri dari pesaing juga dapat membantu merek menciptakan pangsa pasar yang lebih besar dan meningkatkan keuntungan dengan menarik konsumen dari merek pesaing. Namun, perlu diingat bahwa merek tidak hanya harus berbeda dari pesaing, tetapi juga harus dapat menghasilkan nilai tambah yang sepadan dengan harga yang ditawarkan. Oleh karena itu, strategi branding harus menemukan keseimbangan antara membedakan merek dari pesaing dan memberikan nilai yang diinginkan oleh konsumen.
4. Meningkatkan Harga Jual
Tujuan penting dari strategi branding lainnya adalah meningkatkan harga jual dari produk atau jasa merek tersebut. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan citra merek yang terkait dengan nilai dan kualitas tinggi. Konsumen biasanya lebih bersedia membayar lebih mahal untuk produk atau jasa merek yang dianggap bernilai dan berkualitas tinggi daripada merek pesaing yang kurang dikenal atau memiliki citra yang kurang baik.
Dalam menciptakan citra merek yang terkait dengan nilai dan kualitas tinggi, strategi branding harus memperhatikan banyak faktor, seperti desain produk, bahan baku, kemasan, dan layanan purna jual. Dalam hal desain produk, merek harus mengejar desain yang menarik dan inovatif yang dapat membedakan produk dari pesaing dan menimbulkan kesan premium pada konsumen. Selain itu, bahan baku yang berkualitas harus digunakan untuk produk tersebut agar menghasilkan produk yang lebih baik dan tahan lama. Kemasan yang menarik juga menjadi faktor penting dalam mengevaluasi nilai suatu produk.
Selain itu, layanan purna jual juga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan citra merek yang terkait dengan nilai dan kualitas tinggi. Merek yang memperhatikan layanan purna jual dengan baik dan menyediakan jaminan produk yang baik, misalnya dengan memberikan garansi produk, akan memberikan kepercayaan dan kenyamanan pada konsumen, sehingga harga jual produk atau jasa tersebut dapat lebih tinggi.
Dengan meningkatkan harga jual, merek dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dan juga menciptakan citra merek yang lebih berkualitas dan premium di benak konsumen. Hal ini juga dapat memberikan efek domino pada citra merek di pasar, sehingga menciptakan citra merek yang lebih positif di antara konsumen dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, meningkatkan harga jual adalah salah satu tujuan strategi branding yang penting dan dapat memberikan banyak manfaat bagi merek.
5. Meningkatkan Kepuasan Konsumen
Meningkatkan kepuasan konsumen adalah tujuan strategi branding yang terakhir dalam daftar kami. Dimana dalam hal ini menekankan bahwa dimana lingkungan bisnis yang sangat kompetitif saat ini, maka suatu merek harus menciptakan citra merek yang positif dan konsisten yang dapat membuat konsumen merasa nyaman dan percaya diri dalam membeli produk atau jasa merek tersebut. Jika merek dapat menciptakan hubungan yang kuat dengan konsumennya, maka peluang untuk menjaga pelanggan tetap setia dan membangun hubungan jangka panjang akan meningkat.
Meningkatkan kepuasan konsumen adalah penting karena pelanggan yang puas akan cenderung kembali membeli produk atau jasa merek tersebut, dan bahkan dapat merekomendasikannya kepada orang lain. Oleh karena itu, merek harus fokus pada menciptakan pengalaman positif bagi konsumen, mulai dari kualitas produk atau jasa hingga layanan pelanggan yang responsif dan membantu.
Strategi branding yang sukses dapat membantu merek menciptakan citra merek yang positif dan konsisten, sehingga membuat konsumen merasa nyaman dan percaya diri dalam membeli produk atau jasa merek tersebut. Dengan demikian, merek dapat membangun hubungan yang kuat dengan konsumennya dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, merek juga dapat memperkuat citra mereknya melalui feedback konsumen, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas produk atau jasa serta layanan pelanggan.
Jenis-Jenis Branding
Setelah Anda mengetahui apa itu branding dan apa saja tujuan dari branding. Kini saatnya Anda mengetahui jenis-jenis dari branding. Berikut jenis-jenis dari branding:
1. Product Branding
Product branding adalah salah satu jenis branding yang fokus pada pengembangan dan pemasaran produk. Dalam product branding, merek berfokus pada produknya sebagai brand atau merek itu sendiri. Produk tersebut kemudian diposisikan di pasar dan dikenal oleh konsumen melalui citra yang dibuat oleh pemasaran dan branding.
Untuk melakukan product branding yang efektif, perlu ada pemahaman yang kuat tentang pasar dan target konsumen. Merek harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumen serta bagaimana produk mereka dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, merek juga harus mempertimbangkan segmen pasar mana yang ingin mereka targetkan dan bagaimana mereka dapat membedakan produk mereka dari pesaing.
Dalam product branding, merek harus menciptakan identitas merek yang kuat untuk produk mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui nama merek, logo, slogan, dan elemen visual lainnya yang dapat membantu merek untuk dikenali dan diingat oleh konsumen. Identitas merek yang kuat dapat membantu merek untuk membedakan diri dari pesaing dan membangun kesadaran merek yang tinggi di antara konsumen.
Selain itu, product branding juga melibatkan pemasaran dan promosi produk yang efektif. Merek harus menciptakan pesan yang konsisten dan relevan dengan merek dan produk mereka. Pesan tersebut harus dikomunikasikan melalui berbagai saluran pemasaran, seperti iklan, media sosial, kampanye promosi, dan lain-lain. Dalam hal ini, merek harus mempertimbangkan preferensi konsumen dan saluran pemasaran yang paling efektif untuk mencapai target pasar mereka.
2. Personal Branding
Salah satu jenis branding yang penting dan sering dibicarakan dalam konteks pemasaran saat ini adalah personal branding. Personal branding adalah cara seseorang membangun citra dan identitas pribadi mereka sebagai merek.
Personal branding dapat membantu seseorang memperkuat posisi mereka dalam karir atau bisnis dan membantu mereka membangun reputasi yang positif di mata orang lain. Hal ini terutama penting dalam era digital saat ini, di mana citra dan reputasi seseorang dapat diakses dengan mudah melalui media sosial dan pencarian online.
Beberapa strategi yang dapat digunakan dalam personal branding antara lain memperkuat identitas merek melalui konsistensi visual seperti warna dan font yang digunakan dalam media sosial dan website, menciptakan konten yang relevan dan berbagi pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki melalui blog, podcast, atau video, serta memanfaatkan jaringan dan hubungan pribadi untuk memperluas jangkauan merek.
Personal branding juga dapat membantu seseorang membedakan diri mereka dari pesaing dan menunjukkan nilai yang dapat mereka tawarkan dalam karir atau bisnis mereka. Dalam beberapa kasus, personal branding juga dapat membuka peluang untuk menjadi influencer atau ahli di bidang tertentu dan membantu seseorang memperoleh penghasilan dari merek mereka.
Dalam dunia bisnis, personal branding sering digunakan oleh pemimpin bisnis untuk memperkuat citra perusahaan dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat. Personal branding juga dapat membantu pekerja membangun reputasi profesional yang kuat dan meningkatkan peluang untuk karir yang lebih baik.
3. Corporate Branding
Jenis branding lainnya yang sangat penting untuk perusahaan adalah corporate branding. Corporate branding merupakan strategi branding yang bertujuan untuk membangun citra merek perusahaan secara keseluruhan, bukan hanya pada produk atau layanan tertentu.
Corporate branding melibatkan pembangunan identitas merek perusahaan, nilai, visi, dan misi. Tujuan dari corporate branding adalah untuk memperkuat citra merek perusahaan sebagai entitas yang dapat dipercaya, kredibel, dan memiliki integritas yang tinggi. Corporate branding juga dapat membantu perusahaan membedakan diri dari pesaing dan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen dan stakeholder.
Corporate branding melibatkan berbagai elemen, seperti logo, slogan, warna, dan gaya penulisan. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan aktivitas sosial, sponsor acara, dan kampanye publisitas untuk memperkuat citra merek mereka.
Corporate branding sangat penting dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif saat ini. Dengan corporate branding yang kuat, perusahaan dapat meningkatkan kesadaran merek mereka dan memperkuat posisi mereka di pasar. Selain itu, corporate branding yang baik juga dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan stakeholder, sehingga dapat meningkatkan nilai merek dan memenangkan persaingan di pasar.
Namun, untuk mencapai corporate branding yang sukses, perusahaan harus memastikan bahwa citra merek mereka konsisten dan sesuai dengan nilai dan visi perusahaan. Perusahaan juga harus mengelola reputasi merek mereka dengan hati-hati, terutama di era digital saat ini di mana informasi dapat dengan mudah disebarluaskan melalui internet.
4. Destination Branding
Destination branding adalah jenis branding yang fokus pada promosi dan pengembangan destinasi pariwisata atau kota sebagai tujuan wisata yang menarik. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke destinasi tersebut dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan selama mereka berada di sana.
Jenis branding ini sangat penting bagi destinasi pariwisata atau kota yang ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan pemasukan dari industri pariwisata. Destination branding mencakup strategi pengembangan merek yang kuat dan terintegrasi, termasuk pengembangan citra merek yang konsisten dan kohesif, pengembangan pesan merek yang jelas dan menarik, serta penggunaan media dan saluran pemasaran yang tepat.
Dalam destination branding, merek atau citra destinasi tersebut harus mencerminkan keunikan dan keistimewaan destinasi tersebut, seperti budaya, sejarah, keindahan alam, makanan dan minuman, atau aktivitas rekreasi yang menarik. Selain itu, strategi branding juga harus memperhatikan target pasar wisatawan yang tepat dan menyesuaikan pesan merek dengan preferensi dan kebutuhan mereka.
Destination branding juga melibatkan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pariwisata lokal, pengusaha lokal, dan pemerintah setempat. Kolaborasi ini dapat membantu dalam mempromosikan dan mengembangkan destinasi tersebut secara lebih efektif dan meningkatkan kesadaran merek di kalangan wisatawan.
Dalam era digital saat ini, destination branding juga dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial. Merek destinasi dapat memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan destinasi mereka, membagikan pengalaman wisatawan yang positif, dan membangun keterlibatan dan kepercayaan di antara audiens mereka.
5. Cultural Branding
Cultural branding adalah salah satu jenis branding yang fokus pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Dalam cultural branding, merek memanfaatkan simbol-simbol budaya, tradisi, cerita, dan mitos lokal untuk membangun citra merek yang unik dan autentik.
Cultural branding biasanya dilakukan oleh merek yang ingin menunjukkan dukungan dan komitmen mereka terhadap budaya lokal atau merek yang ingin membangun merek yang berkaitan dengan budaya lokal. Melalui cultural branding, merek dapat menciptakan pengalaman yang lebih berarti dan mendalam bagi konsumen dan membedakan diri mereka dari pesaing.
Sebagai contoh, merek kopi asal Indonesia, Kopi Kapal Api, telah berhasil melakukan cultural branding dengan memanfaatkan kekayaan budaya lokal. Kopi Kapal Api menggunakan nama merek yang memiliki asosiasi dengan cerita tentang petualangan kapal laut di perairan Indonesia dan mengambil inspirasi dari seni batik tradisional Indonesia untuk desain kemasan mereka. Kopi Kapal Api juga mendukung budaya lokal dengan mengadakan festival kopi lokal dan memberikan dukungan finansial kepada petani kopi lokal.
Dengan cultural branding, Kopi Kapal Api telah berhasil membangun citra merek yang kuat dan autentik yang terkait dengan budaya lokal Indonesia. Hal ini membantu merek untuk membedakan diri mereka dari merek kopi lainnya dan memenangkan hati konsumen yang mencari pengalaman kopi yang lebih berarti dan terkait dengan budaya lokal.
Fungsi Branding
Setelah mengetahui apa itu branding tujuannya serta jenis-jenisnya, sebagai seorang marketer kamu juga perlu tau apa fungsi dari branding. Berikut fungsi dari branding:
1. Membangun Citra Positif
Fungsi branding yang pertama kamu harus tau sebagai seorang marketer adalah membangun citra positif suatu brand. Semakin baik kamu dalam membranding suatu brand maka citra positif yang didapatkan brand tersebut juga semakin besar.
Dengan citra positif yang ada di suatu brand, maka brand tersebut dapat meningkatkan awareness yang ia punya sehingga dapat dikenal oleh lebih banyak orang. Selain itu, brand yang memiliki citra yang bagus akan lebih mudah dipercaya konsumen ketika menawarkan suatu produk.
2. Bentuk Promosi
Fungsi lain dari branding adalah sebagai bentuk lain dari promosi. Dengan melakukan branding untuk suatu brand maka kamu juga secara tidak langsung melakukan promosi dari brand tersebut.
Hal tersebut nantnya akan berpengaruh pada brand yang kamu promosikan menjadi lebih dikenal banyak orang hingga mendapatkan jumlah konsumen yang semakin banyak.
3. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Fungsi berkutnya dari branding adalah guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan calon konsumen suatu brand. dengan kegiatan branding, kamu dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dari brand yang kamu branding.
Hal itu bisa terjadi lantaran dengan melakukan branding, orang-orang akan menganggap brand tersebut merupakan brand yang profesional. Berbeda dengan brand yang jarang melakuan branding atau bahkan tidak sema sekali melakukannya, dimana masyarakat akan cenderung ragu akan produk yang ditawarkan brand tersebut.
4. Memperkenalkan Ciri Khas
Fungsi terkahir dari branding adalah sebagai upaya memperkenalkan ciri khas brand. Dimana jika kamu dapat melakukan kegiatan branding dengan baik, maka orang-orang akan lebih mudah mengenali produk dari brand tersebut karena memiliki ciri khas khusus.
Hal tersebut membuat produk yang ditawarkan brand tersebut akan lebih mudah diingat dan dikenali, yang mana tentunya brand tersebut secara tidak langsung juga meningkatkan awareness yang dimilikinya.
Manfaat Branding

Kegiatan branding juga memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan kesukseskan marketing yang dilakukan suatu perusahaan, diantaranya:
Baca Juga: Apa Itu SEO, Contoh dan Manfaatnya Untuk Bisnis Kamu
1. Memberikan Daya Tarik
Dalam dunia yang penuh dengan persaingan bisnis, memiliki daya tarik yang kuat dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam mempengaruhi preferensi konsumen.
Branding yang efektif mampu menciptakan citra yang menarik dan memikat di benak konsumen. Melalui elemen-elemen seperti logo, desain, warna, dan gaya komunikasi yang konsisten, sebuah merek dapat menghasilkan pengalaman visual yang mengundang minat dan memancarkan pesona unik.
Misalnya, bayangkan sebuah merek pakaian yang menggunakan kombinasi warna cerah dan desain yang trendi untuk menarik perhatian pelanggan yang lebih muda dan berjiwa muda. Daya tarik ini mampu membedakan merek tersebut dari kompetitor dan menarik perhatian pelanggan yang tepat.
Selain itu, branding yang kuat juga membantu menciptakan kesan profesionalisme dan kepercayaan pada pelanggan. Dengan menunjukkan kualitas, keandalan, dan integritas melalui merek mereka, perusahaan dapat membangun reputasi yang positif. Pelanggan cenderung lebih tertarik untuk melakukan bisnis dengan merek yang mereka anggap dapat diandalkan dan memiliki standar kualitas yang tinggi.
Lebih lanjut, branding yang berhasil juga dapat menciptakan hubungan emosional antara merek dan konsumen. Melalui penggunaan strategi pemasaran yang tepat, seperti cerita merek yang kuat atau keterlibatan komunitas, merek dapat membangun ikatan yang lebih dalam dengan pelanggan. Hal ini dapat menciptakan rasa afinitas dan kesetiaan yang kuat, sehingga pelanggan lebih cenderung untuk memilih merek tersebut dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, daya tarik yang dihasilkan melalui branding membantu merek membedakan dirinya dari kompetisi, membangun kepercayaan pelanggan, dan menciptakan hubungan emosional yang langgeng. Dengan demikian, branding yang efektif menjadi salah satu faktor kunci dalam memenangkan hati pelanggan dan mencapai kesuksesan bisnis jangka panjang.
2. Meningkatkan Kemungkinan Mendapat Loyalitas Konsumen
Salah satu manfaat penting dari branding yang efektif adalah meningkatkan kemungkinan mendapatkan loyalitas konsumen. Ketika sebuah merek berhasil membangun hubungan emosional, kepercayaan, dan kualitas yang diinginkan oleh pelanggan, mereka cenderung menjadi pelanggan setia yang kembali berulang kali.
Branding yang kuat dapat menciptakan kesan identitas yang konsisten dan berkesan pada pelanggan. Misalnya, sebuah merek makanan cepat saji yang terkenal dengan cita rasa yang khas dan layanan pelanggan yang ramah dapat membentuk pengalaman yang positif dalam benak konsumen. Ketika pelanggan merasa puas dengan pengalaman tersebut, mereka akan lebih cenderung untuk tetap memilih merek tersebut di masa mendatang. Merek tersebut telah berhasil membangun loyalitas pelanggan melalui identitas merek yang kuat.
Selain itu, branding yang baik juga membantu menciptakan kesan keandalan dan konsistensi dalam kualitas produk atau layanan yang ditawarkan oleh sebuah merek. Pelanggan seringkali mencari merek yang dapat diandalkan dan memberikan nilai yang konsisten. Misalnya, sebuah merek mobil yang dikenal dengan kualitas yang baik dan purna jual yang memuaskan akan cenderung mendapatkan loyalitas pelanggan. Ketika pelanggan merasa bahwa merek tersebut memberikan nilai yang konsisten dari waktu ke waktu, mereka akan memiliki kecenderungan untuk tetap setia dan merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain.
Branding yang efektif juga dapat menghasilkan program loyalitas yang menarik bagi pelanggan. Program-program seperti diskon, poin reward, atau akses eksklusif dapat mendorong pelanggan untuk terus berinteraksi dengan merek dan membuat mereka merasa dihargai. Dengan adanya program loyalitas yang menarik, pelanggan cenderung akan lebih termotivasi untuk tetap memilih merek tersebut daripada mencoba merek yang baru.
3. Dapat Menetapkan Harga Jual Tinggi
Manfaat branding berikutnya adalah kemampuannya untuk menetapkan harga jual yang tinggi kepada konsumen. Ketika sebuah merek berhasil membangun citra yang kuat dan dihargai oleh pelanggan, mereka cenderung lebih bersedia membayar lebih untuk produk atau layanan yang ditawarkan. Inilah yang memungkinkan merek untuk menetapkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan merek sejenis yang kurang dikenal.
Ketika konsumen mengidentifikasi merek dengan kualitas, reputasi, dan nilai yang tinggi, mereka lebih menerima bahwa harga yang lebih tinggi sebanding dengan kualitas yang diberikan. Misalnya, bayangkan merek jam tangan mewah yang terkenal dengan presisi, kehalusan desain, dan bahan berkualitas tinggi. Pelanggan yang terikat emosional dengan merek tersebut mungkin akan bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk memperoleh produk yang dianggap prestisius dan eksklusif.
Selain itu, merek yang telah mapan dan dihargai secara luas cenderung menciptakan persepsi nilai yang lebih tinggi di mata konsumen. Ketika suatu merek berhasil mengkomunikasikan keunggulan dan manfaat uniknya melalui branding yang efektif, konsumen dapat melihat produk atau layanan tersebut sebagai investasi yang berharga. Merek-merek dengan reputasi yang tinggi sering kali dianggap lebih handal, tahan lama, dan memiliki kualitas yang superior, yang semuanya dapat membenarkan harga yang lebih tinggi.
Selain itu, strategi branding yang berfokus pada diferensiasi juga dapat mendukung penentuan harga yang lebih tinggi. Dengan menciptakan atribut unik atau pengalaman yang sulit ditiru oleh pesaing, merek dapat menciptakan keunikan nilai yang membenarkan harga yang lebih tinggi. Misalnya, merek-produk elektronik mewah sering kali menonjolkan teknologi terdepan, desain eksklusif, dan layanan pelanggan yang luar biasa sebagai faktor penentu harga yang tinggi.
Dalam hal ini, branding yang sukses memainkan peran penting dalam membantu merek menetapkan harga jual yang lebih tinggi kepada konsumen. Hal ini terjadi melalui pembangunan citra merek yang dihargai, menciptakan persepsi nilai yang tinggi, dan menawarkan keunikan yang sulit ditiru oleh pesaing. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, kemampuan untuk menetapkan harga jual yang tinggi dapat membantu merek memperoleh keuntungan yang lebih besar dan memperkuat posisinya di pasaran.
4. Menjadi Pembeda dengan Kompetitor
Manfaat terakhir dari branding adalah kemampuannya untuk menjadi pembeda yang signifikan antara sebuah merek dengan para kompetitornya. Dalam lingkungan bisnis yang padat pesaing, memiliki identitas merek yang unik dan berbeda adalah suatu keharusan untuk menonjol dan menarik perhatian pelanggan.
Dalam dunia yang dipenuhi dengan pilihan konsumen, merek yang memiliki strategi branding yang efektif dapat menciptakan perbedaan yang jelas dalam pikiran pelanggan. Ketika merek dapat menonjol dan menunjukkan nilai-nilai, keunggulan, atau manfaat yang unik, konsumen akan lebih cenderung mengingat dan memilih merek tersebut di atas kompetitornya.
Sebagai contoh, bayangkan sebuah industri perhotelan yang sangat kompetitif. Dalam merek-merek tersebut, ada sebuah hotel yang memilih untuk fokus pada konsep eco-friendly dan pengalaman berkelanjutan. Dengan membangun merek yang terkait erat dengan lingkungan dan menjadikan keberlanjutan sebagai nilai inti, hotel ini berhasil membedakan dirinya dari kompetitornya yang mungkin lebih berfokus pada mewah atau fasilitas yang sama. Pelanggan yang peduli dengan isu lingkungan akan tertarik dan lebih mungkin memilih hotel ini sebagai pilihan mereka karena mereknya yang berbeda.
Pembedaan melalui branding juga memungkinkan merek untuk menargetkan segmen pasar yang spesifik. Dengan memahami kebutuhan, preferensi, atau keinginan konsumen tertentu, merek dapat memosisikan dirinya sebagai solusi yang lebih relevan dan menarik bagi segmen tersebut. Dalam sebuah industri makanan, sebuah merek yang memfokuskan diri pada makanan organik dan sehat dapat membedakan dirinya dari merek-merek lain yang lebih fokus pada makanan cepat saji atau makanan olahan. Ini memungkinkan merek tersebut untuk menarik perhatian konsumen yang lebih peduli dengan kesehatan dan memilihnya sebagai pilihan yang lebih sesuai.
Secara keseluruhan, branding yang kuat dan diferensiasi yang jelas membantu merek membedakan dirinya dari kompetitor-kompetitornya. Dengan memiliki identitas merek yang unik, nilai-nilai yang berbeda, atau manfaat yang khas, merek dapat menarik pelanggan yang mencari sesuatu yang berbeda dan lebih relevan. Hal ini memungkinkan merek untuk memperluas pangsa pasar, memenangkan persaingan, dan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam industri yang padat pesaing.
Strategi Branding Untuk Tingkatkan Awareness
Setelah mengetahui berbagai informasi dasar mengenai branding, saatnya membahas mengenai strategi dalam melakukan branding. Berikut beberapa strategi branding yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan awareness dari brand Anda:
1. Strategi Perluasan Lini Produk (Product Line Extennsion Strategy)
Strategi perluasan lini produk atau product line extension strategy adalah salah satu strategi branding yang efektif untuk meningkatkan awareness atau kesadaran merek. Strategi ini melibatkan pengembangan produk baru yang masih terkait dengan produk yang sudah ada di dalam lini produk merek tersebut. Dengan kata lain, merek akan menambahkan variasi produk baru yang masih berkaitan dengan produk utama merek.
Contoh dari strategi perluasan lini produk adalah ketika sebuah merek smartphone yang sudah dikenal dengan kualitas dan teknologi canggihnya, kemudian memperkenalkan produk baru yang terkait dengan lini produk smartphone mereka, seperti smartwatch atau earbuds dengan merek yang sama. Hal ini akan membuat konsumen yang sudah akrab dengan merek smartphone tersebut menjadi lebih tertarik dan mengenal produk baru dari merek tersebut.
Strategi perluasan lini produk ini dapat meningkatkan awareness atau kesadaran merek karena dengan adanya variasi produk baru, merek dapat menjangkau lebih banyak konsumen yang mungkin belum tertarik dengan produk utama merek tersebut. Selain itu, dengan memiliki lini produk yang lebih lengkap dan bervariasi, merek dapat meningkatkan citra mereknya dan membuat konsumen lebih mempercayai merek tersebut.
Namun, dalam menerapkan strategi perluasan lini produk, merek harus memastikan bahwa produk baru yang diperkenalkan masih terkait dengan produk utama merek dan tetap mempertahankan kualitas serta nilai merek tersebut. Jika produk baru yang diperkenalkan tidak berkualitas atau tidak terkait dengan merek utama, hal ini dapat merusak citra merek dan mengurangi tingkat kesadaran konsumen terhadap merek tersebut.
Secara keseluruhan, strategi perluasan lini produk atau product line extension strategy dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan awareness atau kesadaran merek. Namun, merek harus memastikan bahwa produk baru yang diperkenalkan masih terkait dengan merek utama dan tetap mempertahankan kualitas serta nilai merek tersebut untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap merek dan meningkatkan citra merek secara keseluruhan.
2. Strategi Perluasan Merek (Brand Extension Strategy)
Strategi perluasan merek atau brand extension strategy adalah salah satu strategi branding yang efektif untuk meningkatkan awareness merek. Strategi ini melibatkan perluasan merek ke produk atau layanan baru yang berkaitan dengan merek yang sudah ada. Dengan memperluas merek ke pasar baru, merek dapat memperkenalkan merek dan meningkatkan kesadaran merek kepada pelanggan potensial.
Ada dua jenis strategi perluasan merek yaitu perluasan merek horizontal dan perluasan merek vertikal. Perluasan merek horizontal melibatkan perluasan merek ke produk atau layanan baru yang sejenis dengan produk atau layanan yang sudah ada. Contohnya, merek Coca-Cola memperluas mereknya dari minuman berkarbonasi ke minuman jus, teh, dan air mineral. Perluasan merek vertikal melibatkan perluasan merek ke produk atau layanan yang berkaitan dengan produk atau layanan yang sudah ada. Contohnya, merek Nike memperluas mereknya dari sepatu olahraga ke pakaian olahraga dan aksesoris.
Strategi perluasan merek dapat membantu merek untuk meningkatkan awareness merek dengan memperkenalkan merek kepada pelanggan potensial melalui produk atau layanan baru. Selain itu, strategi ini dapat membantu merek untuk memperluas basis pelanggan dan meningkatkan keuntungan dengan memanfaatkan citra merek yang sudah ada. Namun, strategi perluasan merek juga memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan baik, dapat merusak citra merek dan reputasi merek.
Oleh karena itu, sebelum merek meluncurkan strategi perluasan merek, merek harus mempertimbangkan secara matang strategi ini dan mengevaluasi apakah strategi ini sesuai dengan citra merek dan tujuan merek. Merek harus memastikan bahwa produk atau layanan baru yang diluncurkan sesuai dengan nilai merek dan ekspektasi pelanggan. Dengan demikian, merek dapat memanfaatkan strategi perluasan merek dengan efektif untuk meningkatkan awareness merek dan memperluas basis pelanggan.
3. Strategi Banyak Merek (Multi Brand Strategy)
Strategi banyak merek (multi-brand strategy) adalah salah satu strategi branding yang digunakan oleh merek untuk meningkatkan kesadaran (awareness) konsumen terhadap merek dan produk yang mereka tawarkan. Strategi ini melibatkan merek menciptakan beberapa merek atau sub-merek yang berbeda untuk menjangkau sejumlah segmen pasar yang berbeda.
Dalam strategi banyak merek, setiap merek atau sub-merek memiliki identitas merek yang unik, target pasar yang berbeda, dan bahkan sering kali memiliki produk yang berbeda pula. Hal ini memungkinkan merek untuk menjangkau sejumlah pelanggan yang lebih luas dan menghadapi persaingan dalam segmen pasar yang berbeda-beda.
Salah satu contoh strategi banyak merek yang sukses adalah Unilever. Unilever memiliki banyak merek yang berbeda, seperti Dove, Axe, Lipton, dan masih banyak lagi. Setiap merek memiliki identitas yang unik, target pasar yang berbeda, dan produk yang berbeda pula. Dengan demikian, Unilever dapat menjangkau sejumlah pelanggan yang lebih luas dan memenuhi berbagai kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar.
Strategi banyak merek dapat membantu merek meningkatkan kesadaran konsumen terhadap merek dan produk yang mereka tawarkan. Dengan menciptakan merek yang berbeda dan unik, merek dapat menjangkau sejumlah pelanggan yang lebih luas dan menghadapi persaingan dalam segmen pasar yang berbeda-beda. Selain itu, strategi ini juga dapat membantu merek memperluas basis pelanggan, meningkatkan penjualan, dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Namun, strategi banyak merek juga memiliki kelemahan. Merek perlu mengelola merek yang berbeda secara terpisah, dan hal ini dapat menjadi sangat kompleks dan memakan waktu. Selain itu, merek juga dapat mengalami cannibalization, yaitu ketika produk dari merek yang satu mengganggu penjualan dari merek yang lain.
4. Strategi Merek Bersama (Co-Branding Strategy)
Strategi branding yang dapat digunakan untuk meningkatkan awareness hingga 100% yang terakhir adalah strategi merek bersama atau co-branding strategy. Strategi ini melibatkan dua merek yang bekerja sama untuk menciptakan produk atau layanan baru yang menggabungkan kekuatan dan citra positif dari kedua merek tersebut.
Melalui strategi merek bersama, merek dapat mencapai konsumen yang lebih luas dan memanfaatkan kekuatan merek partner untuk meningkatkan citra merek mereka. Dalam co-branding, merek juga dapat memanfaatkan popularitas dan loyalitas merek partner untuk memperkuat kesadaran merek mereka dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Untuk memaksimalkan potensi dari strategi merek bersama, merek harus memilih partner merek yang tepat. Partner merek harus memiliki nilai dan visi yang sejalan dengan merek, sehingga kemitraan tersebut dapat meningkatkan citra merek secara keseluruhan. Selain itu, merek juga harus memastikan bahwa produk atau layanan yang dihasilkan dari kemitraan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Strategi merek bersama juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pangsa pasar atau memasuki pasar yang baru. Melalui kemitraan dengan merek yang memiliki pangsa pasar yang berbeda, merek dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan kesadaran merek mereka pada pasar yang baru.
Namun, strategi merek bersama juga memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan tepat. Jika partner merek tidak sejalan dengan nilai merek atau produk yang dihasilkan tidak memenuhi harapan konsumen, citra merek dapat terpengaruh negatif.
Biasanya strategi ini dipakai perusahaan besar yang telah punya merek sangat kuat dan terkenal. Dengan begitu, pengguna dari 2 merek digabungkan akan semakin membuat kedudukan produk di pasaran semakin kuat.
5. Event dan Sponsorship
Strategi branding melalui event dan sponsorship adalah pendekatan yang efektif untuk meningkatkan awareness merek dengan menciptakan eksposur langsung dan asosiasi positif dengan acara atau kegiatan tertentu. Dalam strategi ini, perusahaan berpartisipasi atau mengadakan event, konferensi, pameran, atau kegiatan lain yang relevan dengan target audiens mereka.
Melalui event, merek memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan dan berinteraksi secara langsung dengan audiens. Misalnya, sebuah perusahaan fashion mengadakan fashion show yang menampilkan koleksi terbaru mereka. Dalam acara tersebut, merek tersebut dapat menampilkan produk-produk mereka dengan cara yang menarik dan menggugah minat, serta memberikan kesempatan kepada para tamu untuk melihat, menyentuh, dan mencoba produk secara langsung. Hal ini menciptakan pengalaman langsung yang membantu membangun kesan positif tentang merek dan memperkuat kesadaran merek di benak konsumen.
Sponsorship juga merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan awareness merek. Dengan menjadi sponsor dalam acara atau kegiatan yang memiliki audiens yang relevan dengan target pasar, merek dapat memanfaatkan eksposur yang diperoleh dari acara tersebut. Misalnya, sebuah merek minuman energi menjadi sponsor dalam acara olahraga yang populer dan ditonton oleh ribuan orang.
Dalam acara tersebut, merek minuman energi tersebut ditampilkan secara visual melalui spanduk, signage, atau promosi di tempat acara. Hal ini membantu meningkatkan eksposur merek kepada audiens yang berpotensi menjadi konsumen.
Selain itu, sponsorship juga memungkinkan merek untuk mengasosiasikan dirinya dengan nilai-nilai atau citra positif yang terkait dengan acara atau kegiatan tersebut. Misalnya, sebuah merek perhiasan yang menjadi sponsor dalam acara penghargaan prestisius. Dengan keterkaitan merek dengan acara yang bergengsi dan bergengsi, merek tersebut dapat membangun citra keanggunan, keistimewaan, dan kecemerlangan di mata konsumen.
Dalam strategi branding melalui event dan sponsorship, penting juga untuk memilih acara atau kegiatan yang sesuai dengan target audiens dan tujuan merek. Kehadiran merek haruslah relevan dan memberikan nilai tambah bagi pengunjung atau peserta acara. Dengan menggabungkan kreativitas, strategi pemasaran yang tepat, dan komunikasi yang efektif, strategi branding ini dapat membantu meningkatkan kesadaran merek, memperluas jangkauan, dan memperkuat citra merek di kalangan audiens yang dituju.
6. Kolaborasi dan Endorsement
Strategi branding terakhir yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran merek adalah melalui kolaborasi dan endorsement. Kolaborasi dengan influencer, public figure, atau merek lain yang memiliki audiens yang relevan dapat memberikan dorongan signifikan dalam mencapai target audiens yang lebih luas.
Kolaborasi ini melibatkan bekerja sama dengan pihak lain untuk menciptakan kampanye atau kegiatan bersama yang mempromosikan kedua belah pihak. Misalnya, sebuah merek kosmetik dapat berkolaborasi dengan seorang influencer kecantikan yang populer untuk merilis produk khusus atau mengadakan acara peluncuran bersama.
Dalam hal ini, influencer membawa pengaruh dan kepercayaan dari pengikutnya, sementara merek mendapatkan eksposur yang lebih besar dan kehadiran di kalangan audiens influencer tersebut. Kolaborasi semacam ini dapat memperluas jangkauan merek dan membantu mencapai audiens yang mungkin sulit dijangkau secara langsung.
Selain kolaborasi, endorsement juga dapat menjadi strategi branding yang efektif. Endorsement melibatkan penggunaan tokoh terkenal, selebriti, atau pengguna yang puas dengan merek untuk mempromosikan produk atau layanan tersebut. Misalnya, seorang atlet terkenal dapat menjadi duta merek untuk sepatu olahraga, atau seorang artis terkenal dapat membintangi iklan televisi sebuah merek pakaian. Dalam hal ini, ketenaran atau kepopuleran tokoh tersebut membantu meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan asosiasi positif di mata konsumen.
Kolaborasi dan endorsement efektif ketika merek memilih partner yang sesuai dengan nilai-nilai merek dan audiens targetnya. Mengidentifikasi influencer atau tokoh terkenal yang memiliki audiens yang relevan dan memiliki kecocokan dengan merek tersebut sangat penting. Dengan memilih mitra yang tepat, merek dapat memperoleh eksposur yang lebih tinggi, membangun kepercayaan, dan mencapai pengaruh yang lebih besar di kalangan audiens yang diinginkan.
Secara keseluruhan, strategi kolaborasi dan endorsement dapat membantu merek meningkatkan kesadaran mereka dengan memanfaatkan pengaruh dan kepercayaan dari pihak lain yang memiliki audiens yang relevan. Melalui kerja sama yang strategis dan promosi bersama, merek dapat memperluas jangkauan mereka, memperkuat citra merek, dan menciptakan hubungan yang positif dengan konsumen potensial.
Penutup
Itulah tadi beberapa informasi mengenai apa itu branding dan strategi yang dapat kamu gunakan sebagai marketer untuk meningkatkan awareness dari brand kamu hingga 100%. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui bawah strategi branding merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, khususnya kamu yang bekerja sebagai marketer.
Akan tetapi dalam membuat strategi branding yang efektif, kamu akan membutuhkan pemahaman yang kuat tentang merek, pasar, dan konsumen. Namun jika Anda belum memahami berbagai hak tersebut tidak apa, karena Anda dapat menggunakan alternatif lain yaitu penggunaan jasa agency marketing seperti Bithour Production.
Bithour Production sendiri merupakan agensi digital marketing yang terpercaya dan memiliki pengalaman yang luas dalam membangun merek dan meningkatkan kesadaran merek. Kami menawarkan berbagai layanan marketing, seperti social media marketing, search engine optimization (SEO), pay-per-click (PPC) advertising, dan lain-lain, yang dapat membantu merek untuk mencapai tujuan branding mereka.
Jika kamu tertarik untuk bekerjasama dengan kami, maka kamu dapat mengubungi kami segera pada link yang ada disini atau kamu dapat menunjungi situs resmi kami di bithourproduction.com.
Referensi:
- https://accurate.id/marketing-manajemen/apa-itu-branding/
- https://www.uc.ac.id/macam-macam-strategi-branding/
- https://www.jurnal.id/id/blog/unsur-jenis-tujuan-dan-manfaat-branding/#Manfaat_Membangun_Merek
Sumber Gambar:
- satelliteindustries.com